Loading...
Loading...

Nama Lain Adem Ati

Nama latin Tumbuhan Adem Ati | Litsea glutinosa.  Tumbuhan adem ati yang di kenal di beberapa tempat di Indonesia dengan beberapa nama berbeda seperti kayu madang kapas,  kayu malih, wuru beling dans ebagainya memiliki nama ilmiah Litsea glutinosa. Tanamann ini merupakan tanaman di primer di daerah beriklim hangat seperti India, Nepal, China, Butan, Malaysia serta di beberapa wilayah lain di asia hingga ke Australia. Di negera-negara tersebut, termasuk di Indonesia, tanaman ini banyak ditemukan di hutan-hutan primer dan sekunder. DI negara Vietnam, tumbuhan ini malah di tanam sebagai tanaman agroforestri bersama tanaman  lain seperi kopi, cengkeh, dsb.
Beberapa bagian dari tumbuhan adem ati ini mempunyai manfaat yang beragam. Seperti daun, biji dan batangnya semua bisa di manfaatkan. Daun adem ati jika di rendam selama beberapa hari akan menghasilkan cairan seperi lendir yang bisa di gunakan sebagai pengganti shampo. Biji adem ati mengandung lemak da minyak atsiri. Kayu adem ati yang keras dan berkualitas, sangat bagus untuk membuat perangkat  rumah tangga yang teruat dari kayu seperi mebel, pahatan dan kayu lapis. Selain banyak manfaatnya, tumbuhan Adem ati ini cangat mudah cara penanamannya.
Tanaman adem ati merupakan salah satu dari 622 spesies tanaman dari genus Litsea. berikut ini adalah Klasifikasi Ilmiah tumbuhan Adem Ati | Litsea glutinosa


Klasisikasi Ilmiah Adem Ati
Kindom :Plantae
Divisi:  Tracheophyta
Class: Magnoliopsida
Ordo: Laurales
Family: Lauraceae
Genus : Litsea
Spesies:   Litsea glutinosa
Tumbuhan Adem ati di kenal dengan banyak nama di beberapa di negara di dunia. Di antaranya adalah:
  • Glue Litse (Amerika)
  • Cangaojiang (China)
  • Kawala (Nepal)
  • Avocat marron (Pranscid)
  • Malek (Malaysia)
  • Maidalakri (India), dsb
Rumbuhan adem ati | Litsea glutinosa meruapakan tanaman berbentuk pohon dengan kayu keras dan berdaun rindang. Kulit pohonnya bagian luar berwarna putih keabu-abuan, sedangkan bagiaj dalam berwarna kekuningan dengan aroma yang khas. Daun beraroma khas, berbentuk elips dengan ujung bulat telur agak memanjang.  Memili urat daun lateral berjumlah 5-12 pasang. Daun memiliki bulu di kedua sisi saat mudah dan daun tua hanya permukaan atas yang bebulu sedangkan permukaan bawah tidak.
Bunga muncul di ketiak daun berbentuk umbel-payung uniseksual, dan merupakan tumbuhan berumah dua. Buah berbentuk bulat dengan diameter antara 8-11 mm, berwarna hijau dengan titik putih ketika mudah dan berubah menjadi titik hitam atau ungu ketika telah tua.  Daging buah berwarna krem dan berasa manis.
Bagikan :
Back To Top